Skip to main content

Mawar Membatu



Adakah rasa yang tersimpan di hatimu cinta? Perasaanku masih sama, ada rindu bersemayam dalam lubuk hati. Engkau tetap tak terganti meski sudah ada hati yang mengisi harimu. Tuhan masih ingin mendengar namamu terlantun dalam bait doaku. Sakit sekali rasanya ketika aku melihatmu bersama dia. Memang, siapa aku berani merasakan sakit ini. Manusia macam apa pula aku yang mau merasakan sakit seperti ini. Tapi sayang ketahuilah, hatiku telah membatu hanya untuk rasa sakit yang kau berikan.
Banyak manusia tak seindah dirimu. Mereka tak mampu menggantikan maha karya Tuhan itu. Pandang matamu bagai belati menancap kalbu. Senyummu bagai ombak yang tanpa ragu hancurkan istana pasirku. Sikapmu begitu dingin seperti es krim, tapi entah kenapa es krim itu rasanya manis dan aku suka itu. Entah apa yang membuatku begitu mengagumimu. Bagaimanapun inilah aku, manusia dengan hati batu yang tetap berharap kau bisa meluluhkan batu itu.
Singkat sekali hari-hari kita. Tiada kata jumpa maupun pisah. Temu dalam diam pun tak pernah ada. Hati berbunga tatkala melihat punggungmu. Keindahan yang tak kan pernah bisa ku gapai. Mengambang merayu dalam buaian asa. Nirwanaku menguap menjadikan sisa rasa tak bertuan. Milik siapakah mawar ini? Hampir layu dia. Kasihan.

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...

Sisa Ruang Tak Terisi

Sunyi kini penghuni tetap. Menyelinap di sela uap kopi yang mendingin sendiri. Aku mengeja pagi tanpa serak suaramu. Menyusun hari tanpa ledakan tawamu. Dulu tiap sudut adalah panggung kita. Dapur riuh, ruang tamu penuh rencana. Kini benda-benda membeku menjadi galeri. Menyimpan sidik jarimu yang perlahan mati. Jemari masih sering sontak mencari. Menyentuh sisi ranjang yang kehilangan matahari. Lalu sadar, rutinitas itu telah patah. Meninggalkan aku gagap di antara puing pecah. Bukan perkara melupakan nama, namun belajar berhenti menoleh saat ada tawa ingin dibagi. Melangkah tanpa tangan yang menuntun. Menata hati serupa rumah yang baru saja ditimbun. Aku tak lari dari luka ini. Hanya berjalan pelan memunguti serpihan diri. Kelak semoga sunyi tak lagi mencekik leherku. Saat mengenangmu tak lagi meruntuhkan seluruh duniaku.