Skip to main content

Bahasa Perancis Gaul

Hai sisbro,
pengen share nih ke teman-teman semua tentang bahasa gaul (slang) orang-orang Prancis dalam bahasa Perancis l'argot atau verlan (selaku saya juga sebagai mahasiswa bahasa Perancis).
Sebagian kata-kata ini saya dapat dari dosen saya di kampus, dari internet, atau dari teman-teman fesbuk saya.
So, selamat mendapatkan info baru!

1. jourbon  -->bonjour (selamat pagi)

2. les beurs --> orang-orang Perancis keturunan arab

3. les flics --> polisi

but warning, jangan sekali2 menerapkan ini di perkuliahan, bahasa ini belum diresmikan sebagai bahasa resmi ^.^
4. un mec --> bahasa gaul

5. un keum --> un ami

6. une bagnole/une gnolba --> une voiture
makin bingung?? ga tw cara menghapal?? hahhaha, sama, tapi kata2 ini sendiri sebagian besar punya cara menarik..
like this..
ambil kata dari l'envers (terbalik)...

l'envers... l'en vers... vers l'en... versl'en... verslen... verlen... verlan

coba  lagi dengan kata-kata :
Femme... fa meu... meu fa... meufa... meuf
jadi bahasa gaulnya femme --> meuf
jadi kata-kata ini di penggal per suku kata, dan kita ucapkan berkali-kali sampai kata-kata tersebut enak diucapkan..
that's it..


7. laisse béton --> laisser tomber --> lupakan

8. un skeud --> un disque --> CD

9. zarbi --> bizarre --> aneh

10. la sicmu --> la musique --> musik

11. le tromé --> le métro --> kereta bawah tanah

12. vénéré --> énervé  --> tersinggung, marah

13. une cecla --> une classe --> kelas

14. le céfran -->le français --> orang Prancis, bahasa Prancis

15. un féca --> un café --> kafe

16. looc --> cool (dari bahasa Inggris) --> keren

17. un sub --> un bus --> bus

18. une cinepi --> une piscine --> kolam renang

19. une zesgon --> une gonzesse --> cewek

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...

Simfoni yang Terlambat Kupahami

Dulu, nada-nada itu adalah bising yang asing. Ganjil di telinga. Tak pernah selaras dengan detak jantungku. Aku berdiri di seberang harmoni yang tak kupahami. Menutup pintu pada genre yang menurutku hanyalah keriuhan belaka. Lalu kau datang. Membawa pemutar lagu di saku dan binar di mata. Menyelipkan satu sisi penyuara telinga ke dalam duniaku. "Dengarlah," katamu tanpa paksa. Dan, aku pun terjebak dalam frekuensi yang awalnya ingin kuhindari. Setiap perjalanan senja, setiap ruang tunggu yang sunyi, kau putar lagi melodi itu, berulang-ulang hingga udara terasa penuh. Aku mulai melihatmu dalam setiap ketukan drumnya. Menemukan senyummu di sela-sela lirik yang tadinya tak bermakna. Kini, keajaiban itu terjadi tanpa kusadari. Aku tak lagi mencari lagu-lagu lama yang dulu kupuja. Seleraku telah runtuh. Berganti dengan apa yang kau suka. Bukan karena nadanya, tapi karena ada suaramu yang bersembunyi di sana. Ternyata, aku bukan jatuh cinta pada lagunya. Aku hanya jatuh cinta pada ...