Skip to main content

Cinta dan Matahari

Cinta datang seperti matahari. Pasti ada celah untuk membacanya. Tapi kedatangan matahari tak selamanya bisa dibaca. Terkadang ada mendung yang sengaja menutupinya. Seperti hati manusia, ketika dia sedang jatuh cinta, ada suatu hal yang berusaha menutupi perasaannya. Saat seseorang mulai merasakan jatuh cinta, pasti akan ada “mendung” dalam hatinya. Mendung itulah yang menutupi perasaannya.

Cinta akhirnya memberontak. Sekuat apapun mendung, kekuatan cintalah yang akan menang. Begitu kalimat aku dengar di dongeng. Yah, hidup ini bukan dongeng. Hidup ini adalah kenyataan yang harus dihadapi, bukan dihindari. Saat manusia menyadari kehadiran mendung, dia akan merasakan kebimbangan (kata anak muda sekarang galau). Bimbang apakah dia bisa menembus mendung atau tidak. Jika iya, dia akan bersama sang cinta. Tapi jika tidak, cinta tidak akan diraihnya. Pada akhirnya manusia itu hanya terjebak dalam pepatah cinta tak terbalas.

Ini hanya sebuah perumpamaan. Tidak banyak yang membenarkan, tidak banyak juga yang menyalahkan. Cinta adalah cinta. Cinta itu terlalu umum untuk dibahas. Apakah kasih antara sekelompok sahabat bisa dinamakan cinta? Tentu bisa. Cinta bisa datang dimana saja, kapan saja, dan bagaimana saja. Jika ada manusia mengaku dirinya hidup tanpa cinta, itu salah. Salah besar! Manusia yang tidak bersyukur akan berkata seperti itu.

Cinta, matahari, apakah matahari pasti selalu bersinar? Kapan dia akan berhenti bersinar? Malam? Ya, di malam hari matahari tidak menampakkan diri. Tapi dia masih tetap bersinar. Begitulah cinta, tidak tampak tapi selalu ada.

Selamat mencintai apa yang kau cintai... J


@primajinasi

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...

Sebuah Apresiasi

Di dalam sebuah keheningan aku terpikat kepada malam. Menyanjung seseorang yang tak pernah lelah menemani segala kelam. Setiap nada suaranya mengakar dalam kepala. Senyum demi senyuman menyatu menjadi keping menutup mata. Ia tumbuh menjadi rindu berkepanjangan. Curangnya, ia tak pernah berkurang. Pertemuan sekarang dan esok meninggalkan rasa tiada ujung. Tak mampu terdeskripsikan. Hanya tawa yang terekam. Sesekali tangis, namun semua terselesaikan. Bersamanya aku memaknai kebersamaan. Aku menghargai segalanya. Malam ini ribuan kenangan berjatuhan. Aku membisu. Menatap foto yang terakhir hampir satu bulan lalu kita bertemu. Di antara perjalanan itu aku ingat betapa berharganya pertemuan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, tak ada lelah mataku memandangmu. Semua orang tahu itu. Bersama tulisan ini aku apresiasikan betapa rindu ini berkecamuk. Suaramu yang kudengar berusan di telpon terasa syahdu dan sendu. Sambil membayangkan kita sedang bersama, aku bertanya apakah jarak ini ...