Skip to main content

Akoe Menoelis

Menulis adalah salah satu kegemaranku. Aku suka menulis karena ada banyak hal bisa kuungkapkan dari tulisan. Dengan menulis aku bisa mengutarakan isi hati tanpa harus bicara sebelumnya. Hanya berpikir dan jari-jari tangan akan bergerak sendiri menyentuh keyboard komputer. Menulis bisa membuatku merasa lega dengan apa yang aku alami. Sedih, senang, jengkel, semua bisa aku tulis di tulisanku.
Banyak temanku tidak menyangka bahwa aku suka menulis. Dilihat dari tampang mungkin. Memang aku bukan penulis handal, aku hanya penulis abal yang suka mencurahkan pikiran ke dalam bentuk tulisan.
Dulu sewaktu kelas 4 SD, aku mulai belajar menulis. Bukan belajar menulis huruf “a b c d e f”, melainkan menulis puisi. Waktu itu aku dibelikan buku diary sebagai kado ulang tahun dari ibuku. Aku belum tahu akan diapakan buku ini. Aku hanya berpikir bahwa buku diary adalah buku untuk menulis apa yang aku alami sehari-hari. Ah seperti di tv saja!
Aku tidak pernah menulis pengalaman di buku itu. Sebaliknya, aku menulis tentang alam. Berawal dari aku melihat langit cerah di siang hari, kumulai menuliskan apa yang kupikirkan. Tentang awan dan matahari yang terlihat serasi namun diam-diam saling menyakiti. Bagaimana tidak? Awan akan berusaha menunjukkan kekuatannya dengan menutupi matahari. Sekilas mereka memang tampak bersahabat. Mungkin awan menutupi matahari agar matahari tidak terlalu terlihat lelah oleh para makhluk bumi.
Sejak itu aku gemar menulis puisi. Belum seberapa, itu hanya puisi kekanak-kanakan dari seorang anak kelas 4. Setelah menulis puisi, aku mencoba menulis pengalaman sehari-hari. Buku bersampul Hello Kitty itu tidak butuh waktu lama agar lembar demi lembarnya tercoret pena. Hanya memakan waktu 5 bulan, buku itu penuh sudah. Tidak menyangka, ternyata diam-diam aku merasa berbakat di bidang tulis-menulis.
Kegemaran ini aku lanjutkan sampai sekarang. Aku menyimpan segala bentuk tulisanku di laptop kesayangan. Aku juga membuat blog pribadi untuk menyalurkan tulisan-tulisanku agar bisa dibaca khalayak ramai. Semoga dengan berawal dari sini, aku bisa menjadi penulis handal seperti Chairil Anwar, Hamka, Pramoedya Ananta Toer, dan para pujangga yang telah mendahului kita. Ingin kuikuti jejak mereka dengan gaya tulisanku sendiri. Karena setiap penulis punya gaya menulis masing-masing, dan penulis bisa merubah dunia dengan tulisan.

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Semester Dua Digit

Tidak ada yang abadi. Kupikir itu salah. Setiap kenangan dapat diabadikan dengan berbagai cara. Walaupun di waktu tua nanti kita sudah tak bisa mengingat tentang apa itu, akan ada saatnya foto berbicara. Salah satu cara membingkai kenangan adalah dengan foto. Abadi. Satu foto bisa menyimpan banyak memori. Tawa, canda, tangis, haru, semuanya. Semester Dua Digit. Judul itu sudah lama terngiang di kepalaku. Apakah aku menunggu judul itu tertulis di salah satu file laptopku? Kok rasanya aku menantikan tingkat semester tua itu. Angkatan 2010, semester 10, semoga kami bisa lulus tahun 2015 ini di bulan 10. Aamiin. Entah sudah berapa banyak cerita yang menunggu diceritakan kelak. Halaman blog ini terlalu lemah untuk menampung gema ceritanya. Selalu, ada yang terbaik di antara segala hal. Tidak pasti yang terbaik hanya satu, tapi bisa lebih dari satu. Jika semua hal bisa menjadi yang terbaik, kenapa tidak? Ini cerita kami. Selamat menikmati kebersamaan kami. Kebersamaan se...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...