Skip to main content

Hati yang Menunggu

Ketika cinta datang tanpa permisi, ketika satu senyuman dibalas dengan senyuman lain, mendatangkan sebuah makna. Rindu tiba usai mata terbalas tatapannya. Begitulah hati mulai merasakan arti kebersamaan.

Hati mulai menginginkan bertemu, bercerita tentang kehidupan masing-masing, tentang apa yang disukai dan dibenci, tentang luka dan bahagia. Masa lalu terkadang menjadi topik yang tak mengenakkan. Ketika bercerita tentang luka yang mungkin masih menganga. Entah hati bisa menjadi obatnya atau justru akan membuat luka itu semakin terbuka. Hingga mati menghampiri hatinya.

Sampai malam tiba, bayangan tentang dirinya semakin jelas muncul di depan mata. Ingin mengusiknya, namun mata tak sanggup kehilangannya. Hati mulai jujur pada tuannya. Ia merindunya. Atau cinta.

‘Selamat pagi’, ‘Selamat siang’, ‘Selamat malam’, sapaan setiap ingin memulai. Walau tak tahu apa lagi yang harus diceritakan, seolah mulut tak mau berhenti bercakap, dan tangan tak henti mengetik pesan untuknya. Mulailah saling berkirim kabar.

Sudah makan, keadaan di kelas, dosen atau guru yang membosankan, teman-teman kelas yang usil, semua menjadi hal tidak penting yang berarti. Mulailah saling tahu dan mencoba membaca hati masing-masing. Apakah ada rasa yang sama? Sudahkah benih itu tumbuh? Lalu kapan waktu yang tepat untuk mengungkapkan? Adakah?

Waktu, satu hal yang menyimpan banyak rahasia. Satu yang tahu jawaban segala pertanyaan. Benar, biar waktu yang menjawab. Biarkan hati ini bertanya-tanya.

Waktu berlalu. Ada dua hati yang sering menghabisakan waktu bersama. Mereka tertawa bersama. Ketika salah satu dari mereka menangis, hati lain akan menghapus air matanya. Ketika hati satu terluka, hati lain akan mengobatinya. Sudahkah mereka jatuh cinta?

Warna-warni terlihat indah menaungi dua hati itu. Seolah dunia hanya milik mereka, dua hati yang dilanda rindu. Hati yang tak ingin kehilangan satu momen kebersamaan. Dua hati yang mulai jatuh cinta. Dua hati yang menunggu waktu untuk saling mengungkapkan.

Tak selamanya menunggu itu menyenangkan. Ujian dan jawaban dari kedua hati yang saling menunggu.

Cinta memang butuh kepastian. Siapa pula yang ingin menjadi korban ketidakpastian sebuah hubungan. Walau sebenarnya makna cinta tidak sesempit itu. Cinta lebih luas dan lebih agung dari sekadar hubungan dua hati. Cinta adalah aksara agung.

Ada hati yang menunggu cintanya datang. Hati lain lagi menunggu ada cinta yang terungkapkan kepadanya. Apakah mereka akan dipertemukan? Mungkinkah menunggu menjadi pilihan? Ya, pilihan yang menyakitkan.

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Semester Dua Digit

Tidak ada yang abadi. Kupikir itu salah. Setiap kenangan dapat diabadikan dengan berbagai cara. Walaupun di waktu tua nanti kita sudah tak bisa mengingat tentang apa itu, akan ada saatnya foto berbicara. Salah satu cara membingkai kenangan adalah dengan foto. Abadi. Satu foto bisa menyimpan banyak memori. Tawa, canda, tangis, haru, semuanya. Semester Dua Digit. Judul itu sudah lama terngiang di kepalaku. Apakah aku menunggu judul itu tertulis di salah satu file laptopku? Kok rasanya aku menantikan tingkat semester tua itu. Angkatan 2010, semester 10, semoga kami bisa lulus tahun 2015 ini di bulan 10. Aamiin. Entah sudah berapa banyak cerita yang menunggu diceritakan kelak. Halaman blog ini terlalu lemah untuk menampung gema ceritanya. Selalu, ada yang terbaik di antara segala hal. Tidak pasti yang terbaik hanya satu, tapi bisa lebih dari satu. Jika semua hal bisa menjadi yang terbaik, kenapa tidak? Ini cerita kami. Selamat menikmati kebersamaan kami. Kebersamaan se...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...