Skip to main content

Pedas Manis

Beberapa waktu terakhir, tubuh sedang menyeleksi asupan. Makanan pedas tiba-tiba menjadi sungguh menggugah selera. Ditambah minuman manis sebagai penyempurnanya. Demi memuaskannya, tak masalah jika bolak-balik kamar mandi menjadi risikonya. 

Selain cabai, Bon Cabe turut masuk daftar belanjaan dapur. Entah sejak kapan ingin melepaskan diri dari belenggu micin, benda berbotol kecil ini mampu mengalihkan niat. Beruntung, masakan ibu saya di rumah sudah bebas micin. Anaknya saja yang kadang kala bandel menaburi bubuk pedas tadi di atas hidangannya. 

Habis pedas terbitlah manis. Sejak awal saya kurang suka minuman manis. Sedikit sekali campuran gula di setiap gelas kopi yang saya seduh. Susu seusai sarapan juga enggan ditambahkan gula barang sepucuk sendok teh. Tapi, sekali lagi tapi, jika ada orang berbaik hati memberi kopi kekinian macam Janji Jiwa, Kulo, atau Kenangan, tentu dengan senang hati saya terima. Hahaha! 

Ada yang baru saya temui sore ini. Di toko berwarna khas merah biru kuning, saya menemukan sebungkus coklat bubuk yang berhasil memancing mata. Bungkusnya klasik. Saya ambil sebungkus dan segera membaca kandungan gizinya. Gula 0 gr! 0 gr!? 0 gram!? Demi mewujudkan resolusi pengurangan gula, tanpa pikir panjang, saya tancap gas membelinya. Benar saja, rasa tidak pernah mengecewakan. 



Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...

Sebuah Apresiasi

Di dalam sebuah keheningan aku terpikat kepada malam. Menyanjung seseorang yang tak pernah lelah menemani segala kelam. Setiap nada suaranya mengakar dalam kepala. Senyum demi senyuman menyatu menjadi keping menutup mata. Ia tumbuh menjadi rindu berkepanjangan. Curangnya, ia tak pernah berkurang. Pertemuan sekarang dan esok meninggalkan rasa tiada ujung. Tak mampu terdeskripsikan. Hanya tawa yang terekam. Sesekali tangis, namun semua terselesaikan. Bersamanya aku memaknai kebersamaan. Aku menghargai segalanya. Malam ini ribuan kenangan berjatuhan. Aku membisu. Menatap foto yang terakhir hampir satu bulan lalu kita bertemu. Di antara perjalanan itu aku ingat betapa berharganya pertemuan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, tak ada lelah mataku memandangmu. Semua orang tahu itu. Bersama tulisan ini aku apresiasikan betapa rindu ini berkecamuk. Suaramu yang kudengar berusan di telpon terasa syahdu dan sendu. Sambil membayangkan kita sedang bersama, aku bertanya apakah jarak ini ...