Skip to main content

Kopi, Pagi, dan sebuah Mimpi

Mentari terbit dengan agungnya. Perlahan mataku terbuka. Bayang-bayang muncul memenuhi sesak. Perihal engkau yang muncul di mimpiku.

Entah bagaimana kau hadir di bunga tidurku. Kau juga lah sepertinya sudah menjadi bunga di setiap hariku. Kau pancarkan pesona menenangkan gundahku. Kau tersenyum bagai kopi mencanduku. Tak ada alasan bagiku tak menerimamu. Bagaimanapun, aku tetaplah aku. Seseorang yang menantimu bersandar di bahuku.

Kenyamanan mungkin kunci suatu hubungan. Kosongnya hati mengisyaratkan harapan. Seiring berlangsungnya pertemuan, aku ingin mengenalmu lebih. Kau seperti kopi tubruk. Lugu, sederhana, namun begitu istimewa ketika aku mengenalmu lebih dalam. Tetaplah seperti itu, menjadi racikan kopi di setiap pagi aku membuka mata.

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

RPP Bahasa Perancis (KTSP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan          : SMA Mata Pelajaran               : Bahasa Perancis Kelas/Semester              : XI/1 Keterampilan                  : Membaca Alokasi Waktu               : 1x45 menit STANDAR KOMPETENSI Membaca Memahami wacana tulis berbentuk paparan atau dialog sederhana tentang “La Vie Familliale”. Kompetensi Dasar Membaca 1.        Memperoleh informasi umum, informasi tertentu dan atau rinci dari wacana tulis sederhana secara tepat. 2.        Membaca nyaring kata, frasa dan atau kalimat dalam wacana tulis sederhana secara tepat. Indokator I.           ...

Sisa Ruang Tak Terisi

Sunyi kini penghuni tetap. Menyelinap di sela uap kopi yang mendingin sendiri. Aku mengeja pagi tanpa serak suaramu. Menyusun hari tanpa ledakan tawamu. Dulu tiap sudut adalah panggung kita. Dapur riuh, ruang tamu penuh rencana. Kini benda-benda membeku menjadi galeri. Menyimpan sidik jarimu yang perlahan mati. Jemari masih sering sontak mencari. Menyentuh sisi ranjang yang kehilangan matahari. Lalu sadar, rutinitas itu telah patah. Meninggalkan aku gagap di antara puing pecah. Bukan perkara melupakan nama, namun belajar berhenti menoleh saat ada tawa ingin dibagi. Melangkah tanpa tangan yang menuntun. Menata hati serupa rumah yang baru saja ditimbun. Aku tak lari dari luka ini. Hanya berjalan pelan memunguti serpihan diri. Kelak semoga sunyi tak lagi mencekik leherku. Saat mengenangmu tak lagi meruntuhkan seluruh duniaku.