Skip to main content

Mengendapnya Kata-Kata

Kau masih belum terlepas dari memori. Tangan ini kosong tanpa uluran jemarimu. Hampa pandangan mata ini tanda hadirmu. Tiada isi menyemai setiap hari. Bersamaan dengan itu, penuhlah isi kepalaku dengan namamu. Sedang apa kau di sana, bagaimana hari-harimu, makan apa kau nanti, dan segala bentuk kekhawatiran lainnya. Bukan apa-apa, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.

Di sela rutinitas, tak jarang kubuka aplikasi perpesanan demi melihat kau sedang aktif atau tidak. Buru-buru kututup aplikasi setiap melihat kau online. Lucu sekali setiap aku sadar telah melakukan itu. Kenapa sapaan-sapaan selalu naif terpendam? Tak bisakah layaknya semua orang yang dengan mudah menanyakan apa kabar? Semua perkataanku selalu tenggelam dan akhirnya terbuang. Seperti endapan ampas kopi di dalam gelas-gelas pemabuknya. Sebenar-benarnya sumber kenikmatan yang teracuhkan.

Usai berkali-kali menatap layar ponsel, pikiranku melayang tak tentu arah. Ada kalanya aku memandang langit dengan tatapan yang mungkin dikira kosong oleh sebagian orang. Di antara awan putih di atas sana, ada yang menjelma menjadi sesosok manusia yang paling kurindukan. Seseorang yang diam-diam mengisi penatnya hati. Seseorang dengan senyum dan mata paling indah. Seseorang yang entah sejak kapan membuka pintu berkarat bernama hati. Uniknya, semakin lebar pintu terbuka, semakin aku diam merasakan lara. Tidak ada yang lebih nestapa dibandingkan mendengapnya kata-kata.


Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Semester Dua Digit

Tidak ada yang abadi. Kupikir itu salah. Setiap kenangan dapat diabadikan dengan berbagai cara. Walaupun di waktu tua nanti kita sudah tak bisa mengingat tentang apa itu, akan ada saatnya foto berbicara. Salah satu cara membingkai kenangan adalah dengan foto. Abadi. Satu foto bisa menyimpan banyak memori. Tawa, canda, tangis, haru, semuanya. Semester Dua Digit. Judul itu sudah lama terngiang di kepalaku. Apakah aku menunggu judul itu tertulis di salah satu file laptopku? Kok rasanya aku menantikan tingkat semester tua itu. Angkatan 2010, semester 10, semoga kami bisa lulus tahun 2015 ini di bulan 10. Aamiin. Entah sudah berapa banyak cerita yang menunggu diceritakan kelak. Halaman blog ini terlalu lemah untuk menampung gema ceritanya. Selalu, ada yang terbaik di antara segala hal. Tidak pasti yang terbaik hanya satu, tapi bisa lebih dari satu. Jika semua hal bisa menjadi yang terbaik, kenapa tidak? Ini cerita kami. Selamat menikmati kebersamaan kami. Kebersamaan se...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...