Skip to main content

Gawat

Mengenal orang baru bukan kali pertama kualami. Setelah perpisahan itu, aku tidak berniat apa-apa. Tidak juga dengan mencari yang lain. Bukan berarti terjebak masa lalu. Terlanjur malas menjadi alasan. Kurang tepat? Biarlah.

Beberapa hari kemarin aku bertemu seseorang. Perkenalan ini belum berlangsung lama. Sejak awal justru aku tidak menyadarinya. Seolah semua berlalu begitu saja tanpa sesuatu yang terasa berbeda. Hari-hari berjalan tanpa ada yang istimewa. Aku fokus dengan diriku, hidupku, dan segala batasanku dengan sekitar.


Namanya juga tidak sadar, tanpa komando, obrolan kecil terjadi. Sekali lagi, biasa saja. Sama seperti perbincangan basa-basi dengan yang lain, tidak ada yang terlalu menarik. Masuk telinga kiri, keluar menikmati kopi untukku sendiri. Alias, sesungguhnya aku tidak tertarik. Bicara silakan, tidak juga tidak masalah.


Aku tidak begitu mengerti apa yang membuat seseorang begitu terbuka dengan orang lain. Semudah itukah bercerita tentang diri mereka kepada orang yang baru kenal? Sesekali berkata, aku menceritakan ini hanya kepadamu. Bagiku, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Sebagai orang yang haus pengalaman, tentu aku menikmati alurnya. Sampai saat ini semuanya masih sama, terasa biasa.


Terlalu sering bersama membuat sesuatu hadir. Ada hal baru kurasakan. Mungkin ini bukanlah hal baru, melainkan sering kualami. Hanya saja aku terlambat menyadarinya. Apakah ini kebetulan? Jujur, semua ini terlalu naif jika disebut kebetulan. Semakin lama mengobrol, semakin tak ingin aku melepasnya. Beberapa kali mata kami tidak sengaja bertatap, rasanya tenang. Ya, aku mulai menyukai matanya.


Gawat.




Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Sisa Ruang Tak Terisi

Sunyi kini penghuni tetap. Menyelinap di sela uap kopi yang mendingin sendiri. Aku mengeja pagi tanpa serak suaramu. Menyusun hari tanpa ledakan tawamu. Dulu tiap sudut adalah panggung kita. Dapur riuh, ruang tamu penuh rencana. Kini benda-benda membeku menjadi galeri. Menyimpan sidik jarimu yang perlahan mati. Jemari masih sering sontak mencari. Menyentuh sisi ranjang yang kehilangan matahari. Lalu sadar, rutinitas itu telah patah. Meninggalkan aku gagap di antara puing pecah. Bukan perkara melupakan nama, namun belajar berhenti menoleh saat ada tawa ingin dibagi. Melangkah tanpa tangan yang menuntun. Menata hati serupa rumah yang baru saja ditimbun. Aku tak lari dari luka ini. Hanya berjalan pelan memunguti serpihan diri. Kelak semoga sunyi tak lagi mencekik leherku. Saat mengenangmu tak lagi meruntuhkan seluruh duniaku.

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...