Awalnya hanya sapaan yang lewat di beranda. Lalu perlahan kau menjadi jeda yang paling kusuka. Ada hangat merayap di sela-sela musim. Menyentuh sudut-sudut hati yang tadinya sunyi dan dingin.
Aku tidak tahu harus menyebutnya apa. Sebab, kata cinta mungkin terlalu cepat menyapa. Namun, ada debar bermain-main di ujung dada. Seperti kelopak mekar meski tak ada yang meminta.
Duniaku kini terasa lebih terang beberapa derajat. Setiap pesanan atau tawa kecilmu terasa begitu lekat. Aku tak ingin buru-buru mencari definisi di kamus. Sebab, dalam ketidaktahuan ini, rasa nyaman mengalir lurus.
Ada keinginan diam-diam tumbuh di sana. Bukan untuk berlari cepat, tapi untuk menetap lebih lama. Menikmati caramu bercerita, caramu menatap senja, dan membiarkan waktu menjadi saksi atas apa yang kita punya.
Mungkin ini adalah keajaiban yang tak perlu diterka. Cukup dirasakan seperti angin yang membelai muka. Aku hanya ingin di sini. Sedikit lebih lama lagi. Di antara kehangatan baru yang kini menempati hati.

Comments
Post a Comment