Dulu, nada-nada itu adalah bising yang asing. Ganjil di telinga. Tak pernah selaras dengan detak jantungku. Aku berdiri di seberang harmoni yang tak kupahami. Menutup pintu pada genre yang menurutku hanyalah keriuhan belaka. Lalu kau datang. Membawa pemutar lagu di saku dan binar di mata. Menyelipkan satu sisi penyuara telinga ke dalam duniaku. "Dengarlah," katamu tanpa paksa. Dan, aku pun terjebak dalam frekuensi yang awalnya ingin kuhindari. Setiap perjalanan senja, setiap ruang tunggu yang sunyi, kau putar lagi melodi itu, berulang-ulang hingga udara terasa penuh. Aku mulai melihatmu dalam setiap ketukan drumnya. Menemukan senyummu di sela-sela lirik yang tadinya tak bermakna. Kini, keajaiban itu terjadi tanpa kusadari. Aku tak lagi mencari lagu-lagu lama yang dulu kupuja. Seleraku telah runtuh. Berganti dengan apa yang kau suka. Bukan karena nadanya, tapi karena ada suaramu yang bersembunyi di sana. Ternyata, aku bukan jatuh cinta pada lagunya. Aku hanya jatuh cinta pada ...
makasih kehadirannya di curug lawe-benowo
ReplyDeletesemoga dilain hari sudi berkunjung kembali
perlu kami tambahkan curug lawe-benowo berada di desa kalisidi kecamatan ungaran barat kab. semarang di wilayah perhutani KPH Kedu Utara (aneh ya jenenge...)
kami memang tidak banyak berpromosi tentang curug ini karena kami tidak ingin terlalu banyak pengunjung umum dikarenakan 1. lokasi yang beresiko sehingga butuh nyali dan fisik baik, 2. tidak ingin merusak ekosistem pengairan dan alam 3. pembangunan fasilitas yang sangat high cost karena jangkauannya yang terlalu jauh 4.blablabla.... jd kami sering memantau rekan2 petugas jika pengunjung lebih dr 200orang untuk ditutup kunjungannya
untuk pembangunan fasilitas diluar biaya yang besar sementara pendapatan hanya untuk rehab kecil2an, juga harus ijin perhutani jakarta (ribet ...) dan akses melewati kebun cengkeh HGU juga ribet sementara kebun tidak mau membuka diri untuk wisata perkebunan seperti di ngebruk plantera (secara satu holding dengan hortimart n plantera)
kami membutuhkan masukan, saran n kritik demi kenyamanan dan keasyikan menikmati alam asli
salam
dimas prayitno