Skip to main content

XI IA 3

Konnichiwa minna san Dulu aku udah pernah upload foto kelas XI IA3 waktu pelajaranku. Sekarang entah kenapa aku jadi fotografer mereka saat jam olahraga. Nah ini foto-foto mereka, ada yang sadar kamera dan ada yang tidak tentunya ^^
Ibu-ibu XI IA 3

Yang ini namanya siapa ya? Kalau ga salah Ola panggilannya hhe

Mbak, jangan lebar-lebar

Serius amat lihat basketnya

Ini nih Mas Naufal :D

Metal...!

Yang ini ngalahin The Virgin

Mbak, santai mbak ^^

Kalau ga salah ini lagi merhatiin apa kata Pak Guru

Tuhan, aku ga berani lihat kameramennya. Dia sungguh mempesona.

Pok ame ame belalang minum susu, kita paling rame, Bu Prima paling unyu >< Hahaha

Chizu... ><!

Sedang memikirkan cara bagaimana agar bisa dapet tanda tangan sang kameramen.

Aduh mataku gatel! Pisau mana pisau!?

Eaaakkk dek Dea, dek Naufal dan pak Tutur

Berikan aku bola, akan kuhancurkan dunia!

Passing kali ini tak sesulit ketika aku mendapatkan hatimu. (Pikiran alam bawah sadar seorang anak manusia)

Minggir kalian semua! Orang (agak) ganteng mau lewat.

Hap!! Awas hatimu nanti kena bola dari aku lhoh
Serangan bola pembelah katulistiwa...!!!

Nah sudah ya foto perkelasnya. Nanti ada foto-foto yang gak kalah seru lagi. Yang pasti masih seputar PPL Smanda Unnes ^^

Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Seberkas Doa di Ujung Malam

Hai, semoga kebaikan menghampiri selalu. Lama kita tidak bertemu. Sungguh aku menantikan pertemuan itu. Pernyataan rindumu yang selalu menggema di ujung senjaku. Menemani perjalanan pulang usai bergelut dengan peluh. Duniaku turut menyambut. Tahukah kamu, malam ini aku menulis ini ditemani lagu-lagu orkestra klasik dan segelas kopi hitam dengan takaran tiga banding satu. Tentu kucing hitam manjaku berada tepat di depanku. Sepertinya ia tahu, kawannya ini sedang dirundung rindu. Lihatlah, lidahnya lihai menjilati tubuh berbulu itu. Manjanya semakin menjadi ketika kuusap bagian bawah dagu. Ngomong-ngomong, hidungnya mirip sepertimu. Bolehkan aku menyamakanmu dengan kucing? Bibirnya yang keluar banyak bunyi. Hidungnya kembang-kempis menghisap nyawa bumi. Bola mata lucu membuat detak jantung memburu. Tingkah menggemaskan menumbuhkan candu. Tak ingin lepas, ia datang duduk di pangku. Hai kamu, beristirahatlah. Tidur yang lelap. Lekas membaik dan pulih segera. Menghilanglah sakit yang dideri...

Sebuah Apresiasi

Di dalam sebuah keheningan aku terpikat kepada malam. Menyanjung seseorang yang tak pernah lelah menemani segala kelam. Setiap nada suaranya mengakar dalam kepala. Senyum demi senyuman menyatu menjadi keping menutup mata. Ia tumbuh menjadi rindu berkepanjangan. Curangnya, ia tak pernah berkurang. Pertemuan sekarang dan esok meninggalkan rasa tiada ujung. Tak mampu terdeskripsikan. Hanya tawa yang terekam. Sesekali tangis, namun semua terselesaikan. Bersamanya aku memaknai kebersamaan. Aku menghargai segalanya. Malam ini ribuan kenangan berjatuhan. Aku membisu. Menatap foto yang terakhir hampir satu bulan lalu kita bertemu. Di antara perjalanan itu aku ingat betapa berharganya pertemuan. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, tak ada lelah mataku memandangmu. Semua orang tahu itu. Bersama tulisan ini aku apresiasikan betapa rindu ini berkecamuk. Suaramu yang kudengar berusan di telpon terasa syahdu dan sendu. Sambil membayangkan kita sedang bersama, aku bertanya apakah jarak ini ...