Skip to main content

Génération Goldman, Famille

Bonjour, kali ini aku mau bagi-bagi lirik lagu dari Génération Goldman yang berjudul Famille. Lagunya bagus lho. Buat kamu yang lagi belajar bahasa Perancis, bon courage pour l'apprends! :)

Génération Goldman, Famille

Et crever le silence
Quand c'est à toi que je pense
Je suis loin de tes mains
Loin de toi, loin des tiens
Mais tout ça n'a pas d'importance
J'connais pas ta maison
Ni ta ville, ni ton nom
Pauvre, riche ou bâtard
Blanc, tout noir ou bizarre
Je reconnais ton regard
Et tu cherches une image
Et tu cherches un endroit
Où je dérive parfois

Tu es de ma famille
De mon ordre et de mon rang
Celle que j'ai choisie
Celle que je ressens
Dans cette armée de simple gens
Tu es de ma famille
Bien plus que celle du sang
Des poignées de secondes
Dans cet étrange monde
Qu'il te protège s'il entend

Tu sais pas bien où tu vas
Ni bien comment ni pourquoi
Tu crois pas à grand chose
Ni tout gris, ni tout rose
Mais ce que tu crois, c'est à toi
T'es parti des perdants
Consciemment, viscéralement
Et tu regardes en bas
Mais tu tomberas pas
Tant qu'on aura besoin de toi
Et tu prends les bonheurs
Comme grains de raisin
Petits boulots de petits riens
Tu es de ma famille...

Tu es de ma famille, tu es de ma famille
Du même rang, du même vent
Tu es de ma famille, tu es de ma famille
Même habitant du même temps
Tu es de ma famille, tu es de ma famille
Croisons nos vies de temps en temps



Comments

Popular posts from this blog

KATA-KATA JRX SID

Kali ini Prima akan mengutip kata demi kata yang pernah dipermainkan oleh sang penggebuk drum di band perompak, Superman Is Dead. Kata-kata JRX SID Buat yg suka mlesetin 'ormas' dgn 'omas'. Sumpah joke kalian ga lucu. Dibayar pun ga akan ada yg ketawa. Adu petarung terbaik yg dimiliki rakyat dgn petarung terbaik milik ormas. Pakai cara purba ketika berurusan dgn manusia purba. Banyak yg setuju: duel adalah cara efektif mengusir ormas dari RI. Saya juga yakin, ormas akan menolak cara itu dgn sejuta alasan. Susah debat sama ormas. Mending ajak duel satu-satu, yang kalah keluar dari Indonesia. Cuma itu bahasa yg mereka mengerti. Kalian yg koar2 menuduh SID menjual fashion ketimbang musik, saya tanya balik, CD SID kalian apakah original? Band bukan parpol. Kalau parpol senang kaos nya di dibajak, band (yg ga berpikir spt parpol) akan kesal jika kaos nya dibajak. Baru saja mengalami pengalaman yg cukup sinematik: mengendarai ombak di bawah hujan lebat. It was fuk...

Simfoni yang Terlambat Kupahami

Dulu, nada-nada itu adalah bising yang asing. Ganjil di telinga. Tak pernah selaras dengan detak jantungku. Aku berdiri di seberang harmoni yang tak kupahami. Menutup pintu pada genre yang menurutku hanyalah keriuhan belaka. Lalu kau datang. Membawa pemutar lagu di saku dan binar di mata. Menyelipkan satu sisi penyuara telinga ke dalam duniaku. "Dengarlah," katamu tanpa paksa. Dan, aku pun terjebak dalam frekuensi yang awalnya ingin kuhindari. Setiap perjalanan senja, setiap ruang tunggu yang sunyi, kau putar lagi melodi itu, berulang-ulang hingga udara terasa penuh. Aku mulai melihatmu dalam setiap ketukan drumnya. Menemukan senyummu di sela-sela lirik yang tadinya tak bermakna. Kini, keajaiban itu terjadi tanpa kusadari. Aku tak lagi mencari lagu-lagu lama yang dulu kupuja. Seleraku telah runtuh. Berganti dengan apa yang kau suka. Bukan karena nadanya, tapi karena ada suaramu yang bersembunyi di sana. Ternyata, aku bukan jatuh cinta pada lagunya. Aku hanya jatuh cinta pada ...

Di Sela Jemari Waktu

Di celah-celah hari yang merambat lambat.  Saat nalar beristirahat dari riuh dunia yang penat. Hening datang, menyerbu pelan di sela ingatan. Membuka pintu gerbang menuju satu wajah yang bertahta dalam angan bak raja di singgasana mimpi. Setiap detik yang berdetak tak pernah berlalu sia-sia. Ia menjadi wadah rindu yang meluap, membanjiri relung jiwa. Tiada ruang kosong dalam kepala, melainkan bayangmu yang berdansa. Meresapi seluruh kesadaran, melumpuhkan logika dengan mantra asmara bak jeruji emas yang memenjarakan. Kala senja pamit, melempar warna-warni pada ufuk yang jingga. Dan, tugasku usai. Melempar lelah ke udara yang kian menua. Anganku terbang, melukis sketsa rupa yang tak pernah jemu. Di langit-langit batin, sebuah simfoni tanpa kata, tentangmu bak candu yang merayap di nadi purba. Aku tersesat dalam labirin rindu yang kau bangun tanpa permisi. Meresapi setiap hela napas, di sela hening yang mengalun bak puisi. Hampir seluruh sisa waktuku telah kau curi dengan lembutnya. ...