2015/05/05

Istana Pesisir

Menunggu senja di kampung halaman. Melahirkan beberapa kenangan yang dulu sempat tercipta. Hingga kini kenangan itu merayu-rayu untuk pulang. Meski kenangan itu sudah lalu, ia berhasil menciptakan kenangan-kenangan baru yang menunggu untuk diceritakan hari ini.

Bersama kawan kita lahirkan perbedaan. Bersamanya pula kita nikmati harum sengat matahari. Semua hari-hari itu berbaur menjadi satu. Di dalam suatu raga yang mulai merapuh dan jiwa yang berusaha tegar.

Di antara putih pasir pantai kota ukir, aku, kau dan mereka mampu membuat istana megah dan nyaman ditinggali. Di dalam istana itu kita hidup. Sampai sekarang masih menapak jelas jejak kaki kita membekas di antara butiran pasir. Indahnya, ia membentuk suatu ukiran abadi yang kita sebut persahabatan.

Teruntuk kalian, teman suka duka, sesekali berkunjunglah kemari. Ke tempat para seniman tidak pernah menginginkan mahkota. Tempat orang-orang bekerja berpegang tatah dan kayu. Di ujung sana pula ada yang berdiri menjemput senja dengan perahu sederhananya. Inilah kota kecil yang akan selalu menjadi primadona sanubariku, Jepara. 




















0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille