Tidak apa-apa. Kita dipertemukan untuk kesekian kalinya bukan tanpa alasan. Aku percaya itu. Entah karena pelajaran atau karma. Terlepas dari senang, sedih, kecewa, dan berbagai perasaan lain, sekalipun aku tidak menyesalinya. Tidak ada gunanya menyesal. Hanya kadang semua terasa lucu ketika otak mulai secara acak mengingatnya. Tidak apa-apa jika mempertanyakan. Kau tahu aku lebih suka sendirian, yang mana dulu kau anggap aneh. Kita beradu argumen saling melempar tanya kenapa sambil sesekali cekikikan. Di dalam momen sendiri itulah pikiranku berisik. Bukan berlebihan dalam berpikir, hanya perbincangan kecil tentang isi kepala. Tentu topiknya macam-macam. Awan, laut, langit, abang penjual bakso, kadang kau muncul. Tidak apa-apa jika mempertanyakan tentang kita. Salah satu hal yang membuatku tertarik mempelajari manusia adalah bagaimana mereka membangun hubungan dengan manusia lain. Kita. Kita berdua bertemu dan saling mempertemukan. Meski berujung perpisahan. Begitu semesta berjalan bia...
Call Me A Dreamer Cause With My Dream, I Can Reach The Stars