2013/07/08

Mawar Membatu



Adakah rasa yang tersimpan di hatimu cinta? Perasaanku masih sama, ada rindu bersemayam dalam lubuk hati. Engkau tetap tak terganti meski sudah ada hati yang mengisi harimu. Tuhan masih ingin mendengar namamu terlantun dalam bait doaku. Sakit sekali rasanya ketika aku melihatmu bersama dia. Memang, siapa aku berani merasakan sakit ini. Manusia macam apa pula aku yang mau merasakan sakit seperti ini. Tapi sayang ketahuilah, hatiku telah membatu hanya untuk rasa sakit yang kau berikan.
Banyak manusia tak seindah dirimu. Mereka tak mampu menggantikan maha karya Tuhan itu. Pandang matamu bagai belati menancap kalbu. Senyummu bagai ombak yang tanpa ragu hancurkan istana pasirku. Sikapmu begitu dingin seperti es krim, tapi entah kenapa es krim itu rasanya manis dan aku suka itu. Entah apa yang membuatku begitu mengagumimu. Bagaimanapun inilah aku, manusia dengan hati batu yang tetap berharap kau bisa meluluhkan batu itu.
Singkat sekali hari-hari kita. Tiada kata jumpa maupun pisah. Temu dalam diam pun tak pernah ada. Hati berbunga tatkala melihat punggungmu. Keindahan yang tak kan pernah bisa ku gapai. Mengambang merayu dalam buaian asa. Nirwanaku menguap menjadikan sisa rasa tak bertuan. Milik siapakah mawar ini? Hampir layu dia. Kasihan.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille