2016/10/26

Untuk Kamu yang Terpuja

Aku menyayangimu, utuh. Aku percaya padamu, utuh. Aku bersamamu, utuh. Aku, kamu.

Baru kali ini aku sangat terjatuh dalam peluk seseorang. Seseorang yang tak pernah kubayangkan hadir. Seseorang yang ternyata mampu melabuhkan hatiku padanya. Seseorang yang entah datang darimana dan bagaimana ia bisa membuatku sebegini jatuhnya. Seseorang itu, ia yang sekarang sedang bersamaku. Ia yang mengisi hari dan hatiku. Ia yang menjadi sebab akan rindu. Kamu.

Seraya aku tak mampu berkata "Aku sayang kamu", aku tetap menyelami matanya. Kulihat lekat-lekat kelam bola matanya. Aku tak berkata apa-apa. Aku hanya menikmati pemandangannya. Karena, sebanyak apa bibir berkata, ada satu bagian tubuh yang bicara lebih banyak makna yaitu mata. Aku suka matanya. Mata yang mampu membuat waktuku beku. Mata yang memaksaku memandangnya sampai aku tak pernah bosan. Mata yang menjadi sebab akan rindu. Ialah mata kamu. Kamu.

Kamu. Bagai sepercik air di gemuruh padang pasir, engkau sejukkan kosongnya kalbu. Laik serabut awan, kau teduhkan gersang hari. Gemulai angin membawakan sepotong rindu buat yang terpuja. Hai kamu...

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille