2015/06/17

Kepada Hati

Bahkan di antara kerinduan yang berselam, masih ada kata terpendam belum kau simpan. Hati ini masih menguburnya dalam-dalam. Seolah tak tahu bagaimana mencinta, ia tak ingin begitu saja mengungkapkannya. Relung hati mampu menahan gema menyakitkan itu demi perasaan terhadap apa yang ia cinta.

Tidakkah kau mengerti betapa sakit ia terluka? Apa kau tak pernah mendengarnya menangis menderu? Ya, ia terluka. Luka tak berdarah. Ia menangis. Air mata yang tak berupa air dan tak keluar dari mata.

Nyanyian surga yang tak kau rindukan. Melodi keagungan semesta yang tak kau sadari. Eksotisme indrawi yang hanya orang-orang tertentu mampu menikmatinya. Haruskah alam memberi firasat tentang itu? Kurasa tidak. Hatimu akan tahu siapa yang telah mencuri kuncinya.

Teruntuk engkau yang diam-diam merindu. Teruntuk engkau yang mencintai seseorang tanpa tahu hatinya untuk siapa. Teruntuk semua manusia penjelma malam. Dan teruntuk hati seseorang yang sedang bicara tanpa ada yang mendengar. Apa kabar kalian?

Masihkah kalian melakukan hal yang sama? Masihkah kalian berharap untuk hati yang sama? Rindu kemarinkah yang bersemayam di lubuk hatimu hingga kini? Sebegitukah ia membutakanmu?

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille