2015/06/17

Kisah di Balik Senja

Sebuah cerita untuk langit jingga. Entah pada senja atau paginya. Tentang hati yang membenam sakitnya rindu hingga hati yang rapuh karena sebuah perpisahan. Tentang cinta yang tak terungkapkan. Jeritan hati yang belum pernah terdengar. Bagai suara menggema di dalam menara, ia sendirian, tak terdengar.

Seorang anak yang sedang mencari kesungguhan dalam arti cinta. Bukan tentang seberapa ia mendapat cinta dari orang yang sempat singgah, melainkan arti sebuah komitmen untuk berjalan beriringan. Memaknai kehidupan tak semudah mendapatkan kehidupan. Katanya.

Sayup terlihat matanya mengisyaratkan ingin memiliki. Hatinya bergejolak tak menentu. Bergetar semesta tak kuasa menahan gemanya. Cinta begitu besar hingga hari ini. Belum terungkap.

Seperti senja yang membenamkan matahari, haru. Senja yang mengajarkan arti menunggu dan merindu. Sakit terisak ketika jingga menjelma dalam senja. Begitulah cinta yang terbenam entah berapa lama dalam hati. Hatinya merapuh. Ingin berteriak namun tak tahu bagaimana caranya. Kasihan.

Masih adakah orang sepertinya? Merasakan tanpa mengungkapkan. Berteriak tanpa didengar. Mencintai tanpa tahu bagaimana mencurahkannya. Sungguh, hatinya telah lelah.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille