Mengenal orang baru bukan kali pertama kualami. Setelah perpisahan itu, aku tidak berniat apa-apa. Tidak juga dengan mencari yang lain. Bukan berarti terjebak masa lalu. Terlanjur malas menjadi alasan. Kurang tepat? Biarlah.
Beberapa hari kemarin aku bertemu seseorang. Perkenalan ini belum berlangsung lama. Sejak awal justru aku tidak menyadarinya. Seolah semua berlalu begitu saja tanpa sesuatu yang terasa berbeda. Hari-hari berjalan tanpa ada yang istimewa. Aku fokus dengan diriku, hidupku, dan segala batasanku dengan sekitar.
Namanya juga tidak sadar, tanpa komando, obrolan kecil terjadi. Sekali lagi, biasa saja. Sama seperti perbincangan basa-basi dengan yang lain, tidak ada yang terlalu menarik. Masuk telinga kiri, keluar menikmati kopi untukku sendiri. Alias, sesungguhnya aku tidak tertarik. Bicara silakan, tidak juga tidak masalah.
Aku tidak begitu mengerti apa yang membuat seseorang begitu terbuka dengan orang lain. Semudah itukah bercerita tentang diri mereka kepada orang yang baru kenal? Sesekali berkata, aku menceritakan ini hanya kepadamu. Bagiku, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Sebagai orang yang haus pengalaman, tentu aku menikmati alurnya. Sampai saat ini semuanya masih sama, terasa biasa.
Terlalu sering bersama membuat sesuatu hadir. Ada hal baru kurasakan. Mungkin ini bukanlah hal baru, melainkan sering kualami. Hanya saja aku terlambat menyadarinya. Apakah ini kebetulan? Jujur, semua ini terlalu naif jika disebut kebetulan. Semakin lama mengobrol, semakin tak ingin aku melepasnya. Beberapa kali mata kami tidak sengaja bertatap, rasanya tenang. Ya, aku mulai menyukai matanya.
Gawat.

Comments
Post a Comment