2014/04/10

Sajak Pagi

Entah sejak kapan rasa ini hadir. Dulu, aku tak pernah merasakan seperti ini. Sejak kita bertemu, bercanda, tertawa bersama di kota itu, aku mulai memikirkanmu. Hal ini berbeda dengan apa yang dulu.     

Rasa yang berbeda ketika kita bertemu sapa. Saling ingin mencuri pandang yang lain. Semua terpancar jelas dari matamu.

Rasa kita sudah berbeda. Aku rasa hal yang sama terjadi padamu. Senyummu memberikan arti lain. Matamu seakan tak bernyali tuk menatapku.

Setelah menulis ini, kau berhasil membuatku memikirkanmu. Aku takut kau terluka. Aku tak mau kau bahagia selain denganku. Aku ingin kau memandangku. Aku ingin engkau.

Lalu aku sadar, kita tak mungkin bisa menyatu. Kita dipertemukan untuk tidak bersama. Kita saling sapa hanya untuk kepuasan belaka. Begitulah kita, rasa yang tak akan pernah menyatu.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille