2015/03/14

D I A (M)

Hidup memang menyimpan banyak makna terpendam. Terkadang ada yang memang tak harus diungkapkan. Namun beberapa makna memang layak untuk diteriakkan, karena tak ada seorangpun yang bisa mendengarnya.

Ketika cinta hanya terungkapkan di dalam hati seseorang. Ia diam demi perasaannya. Ia tak mampu mengungkapkan rasa cintanya. Ia terbelenggu dalam diam.

Sakit. Sakit adalah ketika harapan tak sesuai dengan kenyataan. Harapan untuk memiliki seringkali berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa ia harus merelakan orang yang ia cintai dengan orang lain yang bukan dirinya. Terlalu sakit untuk dikenang dan dikatakan.

Menyesakkan ketika ia menyimpan perasaannya di dalam hatinya. Seolah ia mengubur rasa itu. Tak ada orang tahu kecuali dirinya. Entah sampai kapan ia akan tetap memilih diam. Mungkinkah sampai waktu habis di penghabisannya? Ya, mungkin itu hanyalah sebuah sensasi menyegarkan otak, berupa cinta dalam hati.

Perasaan apa lagi yang disimpan oleh seorang macam itu? Tentu masih ada banyak jeritan yang ingin ia teriakkan. Tapi ia tak mampu melakukannya. Yang ia lakukan hanya diam di dalam jeritannya. Ia tetap memilih untuk diam.

Pernahkah kau menjumpai seseorang seperti itu? Atau ada salah satu temanmu yang seperti itu? Bersyukurlah kau punya teman seperti dia. Sesungguhnya ia bisa menjadi teman yang baik, dan sahabat yang gila.

Seorang pendiam seperti itu dapat dijadikan teman berbagi. Mulai dari berbagi cerita, berbagi rasa, dan tentu saja berbagi kenangan.

Sekilas ia terlihat dingin dan cuek. Tunggu, jangan melihatnya dari luar. Lihat tingkah lakunya ketika bersama orang-orang di sekitarnya. Perhatikan gerak-geriknya, pandangan matanya dan senyum di bibirnya. Tidakkah mengisyaratkan kesetiaan yang dalam? Percayalah.

Tidak banyak orang mampu mengenalnya. Tidak banyak orang tahu tentangnya. Yang orang tahu adalah bahwa ia orang cuek, tak peduli lingkungan, dingin, dan entah apa lagi.

Jika kau berteman dengan orang seperti itu, jagalah mereka. Jaga mereka baik-baik. Jangan sampai kau kehilangan dia. Pertahankan dia.

Ia memang tak banyak bicara. Karena jika mendengar saja sudah cukup, kenapa harus dipaksa bicara? Pikirnya.

Walaupun ia diam, ia adalah teman yang menyenangkan. Ia sahabat yang bisa membuatmu kehilangan akal. Ia akan mengajakmu berbuat hal gila. Tanpa sepengetahuanmu, ia telah menjebak hatimu ke dalam dunianya. Pun dengannya, ia telah memasuki relung kehidupanmu dan menjadikannya lebih berwarna. Tentu warna itu tak lepas dari beberapa kesalahpahaman di antara kalian. Benar kan?

Ingat, diam bukan berarti tidak peduli. Terkadang seseorang yang diam di depan kita adalah orang yang paling peduli terhadap kita. Hanya saja ia tak tahu bagaimana mengungkapkan kepedulian itu. Dan ia memilih untuk diam. Ia tenggelam oleh teman-teman di sekitan kita yang lebih banyak bicara pada kita. Ia tak terlihat di mata kita. Ia tertutup oleh rasa senang yang diciptakan oleh orang-orang di sekitar kita yang lebih banyak bicara menunjukkan kepeduliannya pada kita.

Pepatah berbunyi, “Diam adalah emas.”. Benar, diam adalah emas. Itu sangat cocok untuknya. Sepertinya diam adalah dunianya. Diam adalah hidupnya. Diam adalah dia. Dia adalah diam, suara yang tak terdengar.

Jangan menilai seseorang dari diamnya. Bisa jadi diamnya adalah kenangan tak terlupakan antara kalian. Dan kalian hanya memandang diamnya sebagai hal tak berguna. Kau tahu, diamnya adalah segalanya. Karena bukan dia jika tidak diam.

Diamlah, pedulilah, tunjukkanlah. 

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille