2016/05/15

Cinta

Malam bergeming khitmat. Bulan gemintang tampak malu dalam balutan mega. Angin berhembus pelan membisik. Meracuni pori-pori. Mengendap ke ulu hati. Kau tahu apa yang ia isyaratkan? Ya, rindu.

Di dalam hati ini ada kemelut abu-abu yang sedari tadi tiada pergi. Tanpa basa-basi ia hadir. Tanpa permisi ia mendapati seseorang sedang terjatuh. Seorang anak manusia yang terjatuh ke dalam jurang yang ia ciptakan sendiri. Dalam imaji.

Kau, tahukah kau, di luar sana ada banyak gugusan bintang yang tak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Di luar sana pula ada banyak badai menerjang murka. Tapi, apa kau tahu juga, di dalam sini, di tubuh ini, di jiwa ini, ada hati yang berkilau seperti gugusan bintang dan sedang dilanda badai bak murkanya langit. Tepat di sini, kau akan rasakan detak jantung yang beriringan dengan berapa kali aku sebut namamu. Akan kau dengar pula bisikan sendu pilunya rindu menderu.

Sakit dan bahagia, itulah jatuh cinta. Dua hal berlawanan yang diciptakan oleh satu hal yang sama. Aku sakit kala merindumu. Aku bahagia karena kau masih aku rindu. Aku sakit memendam cemburu. Aku bahagia karena aku tahu, aku selalu ada rasa padamu.

Bukankah yang aku rasakan itu indah? Jatuh cinta memang indah. Dan kau tahu, seiring datangnya kasih sayang, seseorang akan menanggung risiko kebencian. Tapi, aku tak akan membenci apapun tentangmu. Aku hanya akan mencintaimu. Sampai aku memilikimu.

Perasaan ini tumbuh begitu saja. Tanpa aba-aba, tanpa diduga.

Jatuh cinta. Hanya kita yang rasa.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille