2016/05/24

Sajak di antara Malam

Ketika merindumu menjadi sebuah keharusan, melihat senyummu adalah sebuah kenikmatan dalam kepasrahan.
Aku pasrah dalam perasaan.

Senja yang kau buat begitu jingga.
Embun yang kau cipta begitu legam tak bersuara.
Fajar mengiringinya, menyambut debaran hati kala akan berjumpa.

Biarlah alam berbicara.
Tentang kita.
Tentang aku dan engkau.
Tentang kisah yang baru saja kita rangkai.
Perihal makna menunggu dan merindu.
Kepada malam, mereka menggema.
Di antara angin mereka bersua.
Dalam mimpi, yang tak ingin mereka jadikan nyata.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille