2016/05/14

Jatuh

Pagi datang merayu. Aku terjaga dalam lamunan. Tentang engkau yang membangunkanku semalam. Engkau yang mengisi kisahku.

Sinar mentari perlahan menggeliat merajai. Menyilaukan. Oh tahukah ia bahwa aku sedang jatuh cinta?

Sebuah cerita panjang yang belum aku tahu akhirnya. Kau datang dengan caramu. Dengan keunikanmu. Kau datang dan mengambil apa yang seharusnya tak kau ambil. Kau hadir begitu saja seperti senja. Datang, dan datang lagi tanpa diminta.

Kini kau telah menjadi bagianku. Kau berhasil memenuhi isi kepalaku. Tahu kabarmu saja sudah membuatku bahagia, apalagi melihat kau tersenyum dan bahagia bersamaku. Mungkin saat ini aku adalah manusia paling beruntung di dunia.

Aku beruntung mengenalmu. Aku beruntung merasa memilikimu. Saat kau bertanya hal apa yang paling aku takuti, aku jawab kehilangan. Saat itu aku mulai takut kehilanganmu. Aku takut jika semua ini akan berakhir. Walaupun aku tahu, semuanya pasti berakhir. Entah kapan. Aku belum siap kehilangan.

Untukmu yang sekarang mengisi hariku. Sudahkah kau siapkan lembaran kertas kisah masa lalumu yang terluka? Siapkanlah. Karena aku akan menghapus luka itu. Mengisinya dengan cerita baru. Cerita yang semoga membuatmu bisa simpulkan senyum manismu. Senyum yang selalu aku tunggu. Bersamaan teduh tatap matamu tentunya.

Kucintai engkau dengan caraku. Jika kau tak pernah dengar kata cinta terucap dari bibirku, mungkin tulisan ini bisa mewakili.

Tahukah kau betapa rindu ini menggebu setiap harinya? Dan membaca balasan pesan darimu saja sudah cukup membuatku bahagia. Aku hanya memastikan bahwa kau baik-baik saja.

Kekhawatiran yang sering datang, kecemburuan yang aku pendam, menjadi percikan api yang menyakitkan. Kau tahu? Sakit. Tapi tak apa. Semua itu bisa terobati selama kau masih ada di sini.

Egokah aku jika aku ingin kau bahagia bersamaku dan karenaku? Aku ingin menjadi sebab di antara semua karena yang kau punya. Aku ingin menjadi mungkin di atas harapan yang kau bangun setiap harinya. Aku ingin menjadi awan tempatmu berteduh dan melindungimu dari terik sang surya. Aku ingin, aku ingin. Aku ingin kau dan aku menjadi kita.

0 komentar:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 PRIMAJINASI | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille